Artikel berbagi praktik baik (kombel) Narsum Bpk Mukhlis,S.Pd

 

Sinergi dan Refleksi: Berbagi Praktik Baik dalam Pengisian Instrumen Umpan Balik Perencanaan Pembelajaran

SMP Negeri Satu Atap 6 Majenang, Kabupaten Cilacap – Senin, 14 September 2026

Hari ini, SMP Negeri Satu Atap 6 Majenang menggelar kegiatan berbagi praktik baik (best practice sharing) yang berfokus pada pengisian instrumen umpan balik perencanaan pembelajaran. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan sekolah dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar melalui refleksi bersama antarpendidik.

Bertempat di ruang kepala sekolah, kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Salah satu guru tampil sebagai narasumber, memaparkan pengalamannya dalam mengisi instrumen umpan balik yang menjadi salah satu komponen penting dalam siklus perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Paparan tersebut ditampilkan melalui layar interaktif berukuran besar yang terpasang di ruangan, sekaligus digunakan untuk menunjukkan dokumentasi kegiatan sekolah yang telah dipublikasikan di blog resmi sekolah.

Dalam sesi tersebut, dibahas beberapa poin penting, di antaranya:

  1. Pentingnya umpan balik yang objektif – Instrumen umpan balik perencanaan pembelajaran berfungsi sebagai alat refleksi bagi guru untuk menilai kesesuaian antara rencana pembelajaran yang disusun dengan pelaksanaan di kelas.
  2. Konsistensi dalam pengisian data – Peserta diingatkan agar pengisian instrumen dilakukan secara jujur dan berdasarkan kondisi nyata di lapangan, bukan sekadar formalitas administratif.
  3. Pemanfaatan hasil umpan balik – Hasil dari instrumen ini diharapkan dapat menjadi bahan diskusi dalam forum guru untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif ke depannya.
  4. Dokumentasi digital – Sekolah juga mendorong setiap kegiatan baik, termasuk sesi berbagi praktik ini, untuk didokumentasikan dan dipublikasikan melalui platform blog sekolah sebagai bentuk transparansi dan diseminasi informasi kepada masyarakat luas.

Kegiatan berbagi praktik baik semacam ini dinilai penting karena memberikan ruang bagi para pendidik untuk saling belajar dari pengalaman satu sama lain. Tidak jarang, tantangan yang dihadapi oleh satu guru dalam mengisi instrumen atau menyusun perencanaan pembelajaran ternyata juga dialami oleh guru lain, sehingga forum semacam ini menjadi wadah yang efektif untuk mencari solusi bersama.

Kepala sekolah, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas inisiatif berbagi pengalaman ini. Menurutnya, budaya reflektif seperti ini perlu terus dipupuk agar seluruh warga sekolah, khususnya tenaga pendidik, memiliki semangat untuk terus belajar dan berkembang. Ia juga menekankan bahwa kualitas pembelajaran tidak hanya bergantung pada materi ajar, tetapi juga pada proses perencanaan yang matang dan evaluasi yang berkelanjutan.

Selain sesi pemaparan, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif di mana para guru saling bertukar pandangan mengenai kendala teknis maupun non-teknis yang sering dijumpai saat mengisi instrumen umpan balik. Beberapa solusi praktis pun disepakati untuk diterapkan pada periode pembelajaran berikutnya.

Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang terus dilaksanakan secara berkala. Dengan adanya forum berbagi praktik baik, SMP Negeri Satu Atap 6 Majenang optimistis dapat terus meningkatkan mutu pendidikan dan menghasilkan lulusan yang berkualitas, sejalan dengan visi dan misi sekolah dalam mencerdaskan generasi bangsa.

Kegiatan ini turut didokumentasikan dan akan dipublikasikan melalui blog resmi sekolah sebagai bagian dari upaya diseminasi praktik baik kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat.

Posting Komentar

0 Komentar