Sinergi dan Refleksi: Praktik Baik Pengisian Instrumen Umpan Balik Perencanaan Pembelajaran Mendalam di SMPN SATAP 6 Majenang

 

Sinergi dan Refleksi: Praktik Baik Pengisian Instrumen Umpan Balik Perencanaan Pembelajaran Mendalam di SMPN SATAP 6 Majenang



Majenang, 19 Agustus 2026 – Dalam upaya mewujudkan proses pendidikan yang berpusat pada peserta didik dan bermakna, SMPN SATAP 6 Majenang menggelar sesi pengisian dan refleksi "Instrumen Umpan Balik Perencanaan Pembelajaran Mendalam". Kegiatan strategis ini dipandu langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum, Bapak Galih Swandhana, M.Pd., dan menjadi langkah nyata sekolah dalam meningkatkan mutu pedagogik para tenaga pendidik.

Pembelajaran mendalam (Deep Learning) menuntut guru untuk tidak sekadar menyelesaikan target kurikulum, melainkan memastikan siswa benar-benar memahami, menganalisis, dan mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat. Oleh karena itu, instrumen umpan balik perencanaan pembelajaran menjadi alat evaluasi krusial untuk meninjau apakah modul ajar atau RPP yang disusun sudah memfasilitasi tujuan tersebut.

Potret Kolaborasi Nyata di Ruang Guru

Para pendidik tampak antusias duduk bersama, masing-masing dengan perangkat laptop, berfokus menyelaraskan perencanaan pembelajaran mereka.

Kehadiran layar interaktif cerdas (smart board) di depan ruangan yang menampilkan formulir dan instrumen secara real-time sangat memudahkan proses pendampingan. Bapak Galih Swandhana, M.Pd., memfasilitasi jalannya kegiatan sehingga setiap guru tidak sekadar mengisi instrumen secara administratif, tetapi benar-benar merefleksikan esensi dari rancangan pembelajaran yang telah mereka buat.

Poin-Poin Praktik Baik (Best Practices) dalam Kegiatan:

Bapak Galih Swandhana, M.Pd., menerapkan beberapa pendekatan praktik baik dalam pengisian instrumen umpan balik ini, di antaranya:

  • Refleksi Terbimbing Berbasis Data: Pengisian instrumen tidak dilakukan secara terburu-buru, melainkan dengan menelaah kembali draf perencanaan yang ada. Indikator-indikator pembelajaran mendalam ditinjau ulang—mulai dari pemantik diskusi, aktivitas eksplorasi siswa, hingga asesmen formatif yang digunakan.

  • Pemanfaatan Teknologi Terintegrasi: Seperti yang terekam dalamgambar, pemanfaatan layar interaktif berukuran besar memastikan seluruh peserta memiliki persepsi visual dan pemahaman yang sama terhadap butir-butir instrumen digital yang sedang diisi. Ini meminimalisasi miskonsepsi.

  • Tutor Sebaya dan Kolaborasi Antarguru: Setting ruangan yang mengelompok memungkinkan terjadinya diskusi antarrekan sejawat. Guru saling memberikan masukan terhadap rencana pembelajaran satu sama lain sebelum instrumen umpan balik difinalisasi.

  • Fokus pada Esensi, Bukan Sekadar Administrasi: Sebagai Waka Kurikulum, Bapak Galih menekankan bahwa instrumen ini adalah cermin bagi guru. Umpan balik yang dihasilkan harus menjadi pijakan untuk memperbaiki skenario kelas keesokan harinya, bukan sekadar menggugurkan kewajiban dokumen administratif.

Harapan ke Depan

Melalui kegiatan pengisian instrumen yang dilaksanakan secara kolaboratif pada 19 Agustus 2026 ini, SMPN SATAP 6 Majenang berharap dapat terus membudayakan iklim refleksi di kalangan pendidik. Dengan perencanaan pembelajaran mendalam yang terukur dan senantiasa dievaluasi, kualitas lulusan sekolah akan semakin kompetitif, adaptif, dan memiliki nalar kritis yang kuat.

Posting Komentar

0 Komentar